Ya Allah.
Jika mataku masih bisa terbuka esok pagi, satu hal yang a.ku ingin lakukan saat itu juga, yaitu bersyukur padaMU.
syukur karena Kau masih memberiku kesempatan untuk bernafas menikmati ciptaanmu di alam ini.
syukur karena Kau masih membiarkanku untuk bertemu dengan semua orang yang ku sayangi, kedua orang tuaku, saudaraku dan teman-temanku serta satu orang spesial yang masih ada direlung hati ini.
hal kedua yang ingin kulakukan adalah menyelesaikan semua masalah yang membelit hidup ini.
menyelesaikan apa yang seharusnya kuselesaikan waktu lalu, waktudimana a.ku merasa tak sanngup tapi a.ku masih memaksa untuk menuruti hatiku.
menuruti keegoisan diri tanpa memperdulikan apa yang seharusnya ku pedulikan.
Ya Allah Ya Rabb,
kini a.ku dihadapkan pada pilihan yang sulit.
menuruti perasaan atau menuruti pikiran ??? perasaan yang tak mau meninggalkan dia yang jelas-jelas sudah tak bisa dipegang perkataannya yang sudah jelas tak bisa dipercaya untuk kesekian kalinya. dia yang selalu memaksa dan membuatku stress memikirkan hal yang sama berkali-kali. dia yang terkadang hanya mementingkan keegoisan dirinya untuk menuruti apa yang ia inginkan saat itu juga. dan ketika pikiran datang, membuatku ingin segera lari dari sisinya, ingin mengabaikan dan berpisah dengannya, ingin marah karena sikapnya dan ingin membuatnya kecewa atas apa yang sudah ia lakukan saat dlu kala.
Ya Allah Ya Kareem,
bantulah a.ku untuk menemukan jalan keluar dari perkara ini.